Santri MBS Makassar Siap Ramaikan Kemah Tahfidz dan Bahasa VIII Muhammadiyah–Aisyiyah Sulsel

PWMJATENG.COM, Makassar – Santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Kota Makassar siap ambil bagian dalam Kemah Tahfidz dan Bahasa VIII Muhammadiyah–Aisyiyah se-Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Sidrap pada pertengahan September 2025.

Direktur MBS Makassar, Sudirman, menyampaikan kesiapan tersebut usai memberikan pengajian di Gedung Baitul Qur’an H. Muh. Yusuf Thaha, Jalan Adipura Raya No. 35 Makassar, Ahad (24/8/2025).

Menurutnya, kegiatan tahunan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk memperkuat persaudaraan di antara pesantren Muhammadiyah dan Muhammadiyah Boarding School (MBS) se-Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah–Aisyiyah. Selain itu, acara ini juga memupuk semangat kebersamaan dan memberi pengalaman berharga bagi anak-anak santri kami,” ujar Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman menekankan bahwa Kemah Tahfidz dan Bahasa tidak hanya menjadi ajang berkumpul. Menurutnya, kegiatan ini juga membuka ruang bagi para santri untuk mengasah keterampilan, memperluas wawasan, serta membangun mental yang tangguh.

“Santri MBS Awwalul Islam sudah menunjukkan semangat menggelora. Itu menjadi tanda bahwa mereka siap menghadapi tantangan sekaligus menikmati setiap aktivitas yang ada. Kami ingin acara ini menjadi pengalaman tak terlupakan yang memperkuat ikatan antar santri, sekaligus membentuk generasi penerus yang berkualitas,” jelasnya.

Kehadiran MBS Awwalul Islam, sambungnya, bukan sekadar meramaikan. Ia berharap partisipasi ini dapat menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak kader unggul Muhammadiyah. Bahkan, ia menilai ajang ini bisa menjadi awal dari rangkaian kegiatan positif yang akan ditempuh para santri di masa depan.

Sudirman memastikan seluruh kebutuhan santri untuk mengikuti acara tersebut telah dipersiapkan dengan matang. Mulai dari transportasi, perlengkapan tenda, hingga kesiapan mental para santri sudah diperhitungkan dengan baik.

Baca juga, Ghuraba di Tengah Kemaksiatan yang Merajalela

“Tentu, kami telah siapkan segala sesuatunya, baik itu transportasi, perlengkapan tenda, maupun kebutuhan lainnya. Namun yang lebih siap lagi adalah para santri kita, baik sebagai peserta lomba maupun penggembira,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi dukungan penuh dari berbagai pihak yang diyakini akan membuat kegiatan ini berjalan lancar. Baginya, dukungan tersebut merupakan bukti nyata semangat kebersamaan dan gotong royong yang selalu hidup dalam lingkungan Muhammadiyah.

Kemah Tahfidz dan Bahasa VIII ini merupakan program unggulan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai ajang pertemuan pesantren Muhammadiyah–Aisyiyah dari berbagai daerah di Sulsel.

Selain fokus pada hafalan Al-Qur’an, kegiatan ini juga memberi ruang bagi santri untuk menampilkan kemampuan bahasa, baik Arab maupun Inggris. Melalui agenda tersebut, santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di bidang bahasa dan keterampilan lainnya.

Kegiatan tahunan ini, menurut Sudirman, menjadi salah satu pilar penting dalam membangun karakter santri Muhammadiyah yang berakhlak, cerdas, dan berdaya saing. Ia optimistis pengalaman yang diperoleh para santri di Sidrap nanti akan menjadi bekal berharga untuk kehidupan mereka di masa depan.

“Harapan kami sederhana, agar anak-anak ini pulang dengan pengalaman, persaudaraan yang lebih erat, dan motivasi untuk terus belajar. Mereka bukan hanya membawa nama MBS Awwalul Islam, tetapi juga membawa semangat Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan Islam,” pungkas Sudirman.

Kontributor : Agus Salim
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *